Botak

By: Poejy   Gedubrak!…kepalaku benjol seketika, aku terjatuh dari tempat tidur, sambil mengaduh kesakitan. Kutendang ranjang sebagai luapan kekesalanku. Segera aku bergegas mengambil handuk dan ke kamar mandi. Lumayan aku tidak perlu antri, karena santri-santri lain masih terlelap dibuai mimpi dan siap-siap akan menerima keusilanku, hal yang sama yang sering dilakukan oleh santri yang bangun

Read More

E-mail dari Leony

By: O. Solihin   “Wah, Jamil kirim e-mail neh. Tumben banget tuh anak. Biasanya doi lebih suka nelpon or kirim SMS…” dalam dadanya ada sedikit tanda tanya. “Coba aku lihat.. penasaran juga. Apalagi nih subjek-nya tentang Cinta. Waduh, nih anak lagi kasmaran kali ye…” Ogi ngomong sendiri. Sedikit senyumnya menghias wajahnya yang memang cool. Kata

Read More

Requiem Aeternam Deo!

By: Moenir   Imagine there’s no countries, It isnt hard to do, Nothing to kill or die for, No religion too, Imagine all the people living life in peace…   Ugh, sudah dua malam aku tak bisa tidur. Suara gitar anak-anak tongkrongan dari seberang jalan selalu mengganggu. Apa sih maunya mereka? 1, 2, 3… sekitar

Read More

Luruh

By: Ria Fariana   Brak! Buka pintu! Suara itu memecah keheningan tengah malam. Seorang pemuda berumur 20-an tahun berdiri bersandar pada daun pintu yang kokoh itu sambil meracau tak karuan. Brak brak brak! Kembali tangannya menggedor-gedor pintu yang tak kunjung terbuka. Setelah itu ia kembali menyanyi-nyanyi lagi dengan sembarangan, khas orang yang berada di bawah

Read More

Layar-Layar Hati

By: Jazimah al-Muhyi   ‘Adik sakit hati. Adik kecewa. Salahkah, Kakak?” “Tidak. Tidak salah.’ ‘Adik merasa kehilangan.’ ‘Mengapa harus merasa kehilangan, jika sebenarnya kita tak pernah memiliki?’ Kutatap layar komputerku. Mataku yang sedari tadi berkaca-kaca telah menumpahkan bah. Aku tidak bisa menjawab lagi. Kak Arini benar. Aku tak pernah memiliki. Sama sekali tak pernah. Karenanya,

Read More

Kereta Terakhir dari Jakarta

By: O. Solihin   Ogi mondar-mandir gelisah sambil sesekali melirik arloji di tangannya. Sapuan angin malam mulai terasa dingin di kulit Ogi. Pandangan matanya dilemparkan ke dalam stasiun. Sudah agak lengang. Jam sudah menunjukkan pukul 21 tepat. Sepuluh menit kemudian muncul sesosok makhluk berlari-lari kecil menuju sta­siun Kota. Wajahnya lumayan cute dengan rambut yang agak

Read More

Putus

By: Arif “Kita harus berhenti. Harus berani berpisah. Aku sudah menjelaskan padamu semuanya. Tidak ada bedanya kalau sekarang harus memberikan penjelasan lagi,” kataku padanya di suatu sore. Waktu serasa lambat berputar. Aku dengannya di sebuah kafe. “Tapi aku menyayangi kamu.” “Aku tahu. Aku juga menyayangi kamu. Karena itu aku menawarkan padamu, kita mengkaji Islam bersama-sama.”

Read More

Nasi Goreng Dado

By: Iwan   Jangan pernah malu dengan keadaan kita sendiri. Kita adalah kita. Apa adanya. Biarin ada orang yang nggak suka, tapi percaya aja pasti ada juga orang yang suka dengan kita ‘apa adanya’. Yang jelas, Allah nggak akan marah kalau kita tampil apa adanya. Ia malah cinta sama kita. Itu juga yang dialami Dado,

Read More