Jangan Ganggu Aku, Shinta

By: Syahid alFatih   Lalu apa yang membuat aku tertarik dengan gadis itu? Bukankah aku berjuluk lelaki tangguh, yang tak mudah tergoda oleh seorang wanita? Kenapa detik ini hatiku menjadi takluk dan membiarkan benakku terombang-ambing oleh wajahnya? Ah, Shinta. Sungguh aku ingin menghilangkan namamu dari kepala. Seharusnya otakku sudah dijejali hukum-hukum Newton serta Avogadro, Phytagoras

Read More

Kisah Cinta Sang Revolter

Oleh: Fathin   Sobat, aku pulang malam ini. Mendung gemulung, air tercurah seakan langit sudah tak sanggup menanggung bebannya. Bulan Desember, kata orang gedhe-gedhene sumber. Kereta api ekonomi yang aku tumpangi goyang sana-sini, berderak-derak rodanya melindas rel, membuat para penumpang tak nyaman dalam duduknya, ada yang gelisah, ada yang ingin tidur tapi tak nyenyak. Aku

Read More

Ujo, Uli dan Motor

By: Fahri Asiza   Ujo bangga, karena teman-temannya kembali memuji. “Motornya baru lagi, Jo?” “Gila! Berapa banyak lo punya motor?” “Yang kemarin lo bawa lo kemanain?” Ujo cuma memamerkan senyumnya saja. Kepuasan bertalu-talu di dadanya melihat pandangan kagum teman-temannya yang mengelilinginya. “Ya, biasalah. Nggak baru-baru amat. Tapi lumayan, kan?” “Ini sih lumayan, Jo! Shogun 125

Read More

SAKURA Kami

By: Eryani Widyastuti   Dulu, simbol persahabatan kami adalah Sakura. Bunga khas negara Jepang, berkelopak mungil dengan semburat warna merah yang muda. PerSAhabatan KUrnia dan RAhma. SA-KU-RA. Begitulah kami menamai hubungan kedekatan kami. Merangkai kebersamaan lewat kejadian-kejadian kecil namun bermakna. Mewarnainya dengan perbedaan pembawaan kami. Kurnia adalah seorang gadis yang lemah lembut dan penyayang. Sedangkan

Read More

Mawar Telah Bertangkai

By: Imatuzzahra   Dari jauh terdengar merdu. Asma Allah mengalun sendu. Sejuk. Indah terasa dapat menginjakkan kakiku di kota ini. Ya, kota sedingin salju yang telah kutinggali enam bulan yang lalu. Malam mulai merayap. Tapi aku bingung harus menginap di mana. Mataku nanar melihat angkot bersiliweran. Wartel. Ya itulah mungkin solusi. Kupencet-pencet tombol pesawat itu.

Read More

Dari Reruntuhan

By: Haekal Siregar   John tersenyum puas dan mematikan kameranya. Michael selalu bisa mendramatisir suasana, menambah manisnya komoditas mereka. “Aku hanya dapat mencium aroma uang dari sini. Kau tahu jurnalis tidak boleh berbohong, kan?” canda Jhon. Michael tersenyum samar menatap ke arah reruntuhan yang melapang di depannya. “Hei, kau tidak berpikir mau jadi sukarelawan kan?”

Read More

Bunga-bunga Dakwah

By: O. Solihin   “Para pejuang kebenaran adalah orang yang paling pintar memaknai arti cinta. Mereka orang yang paling romantis. Rindu dan cintanya amat kuat menggebu. Demi cinta dan rindunya kepada kebenaran, ia rela menempuh cobaan. Telapak tangannya selalu basah oleh keringat, bahkan darah. Tapi tak pernah mengeluh dan terus berjuang. Pikirannya senantiasa dipenuhi cita-cita

Read More

Jempol Kakiku…

[cerpen tanpa dialog] By: -Ra   Titik hitam di sela kuku jempol kakiku…Aku selalu membencinya, muak melihatnya, dan sebel tiap kali ia selalu muncul kembali, tak aneh jika membersihkan titik hitam itu kuanggap salah satu hal utama yang harus aku lakukan. Biar kecil tapi bikin bete. Aku tak pernah membayangkan, bagaimana jadinya ketika aku memperagakan

Read More