Episode Luka

By: Wita Dahlia   “Budhe! Budhe Romlah!” Kamirah, tetangga sebelah kanan rumah Bu Romlah itu berteriak bagai kesetanan. Tubuhnya gemetar dan wajahnya pias. Tergopoh Bu Romlah menyambut tetangganya itu. “Ada apa tho Rah? Kenapa kamu seperti kesurupan begitu?” Bu Romlah menatap Kamirah dengan tatapan heran. Kamirah, wanita berusia 31 tahun itu, membalas tatapan Bu Romlah

Read More

Vonis Mati

By: Farid Ab   Di jalan setapak menuju rumahku ini, aku melangkah pelan dan gontai. Tatapanku kosong. Tak ada aura kehidupan di sana. Begitu redup dan sayu. Bunga-bunga bahagia yang seminggu lalu sempat bermekaran di hatiku, kini layu dan berguguran dengan begitu cepatnya. Sekering rerumputan yang kuinjak. Semerana pepohonan jati tak berdaun di kiri kanan

Read More

Secangkir Senja Untuk Sore #5

By: Noviani Gendaga   Tiga bulan berlalu begitu saja. Meninggalkan jejak-jejak telapak kaki di padang pasir, Kairo. Terik membakar siapa saja yang tinggal di dalamnya. Kairo rasanya semakin panas dari tahun ke tahun. Namun kenangan indah di negeri Al-Azhar ini, seolah merekat tak mau pergi. Arial sudah menyandang Master of Al-Qur’an dengan predikat mumtaz. Kini

Read More

Kosmetik Sang Teroris

By: Hawari   Kisah ini mengambil latar tempat di sebuah negeri dongeng. Negeri yang indah, eksotis, penuh dengan lanskap yang mengagumkan, memiliki iklim yang hangat sepanjang tahun. Negeri ini selalu dibincangkan oleh negara-negara lain dengan penuh kedengkian, bahkan beberapa bahkan berusaha memperebutkannya. Penduduk negeri ini pun terkenl sopan, berbudi luhur, dan suka menolong. Tidak pernah

Read More

Pupusnya Rasa Cinta

By: Noviani Gendaga Adrian tersenyum sambil menggigit tutup pulpen. Ia dibuat salting dengan isi pikirannya. Seorang ukhti, mahasiswa baru Undap (Universitas Dapur), telah memikat hatinya. Memang sih, tu ukhti udah cukup lama juga pindah ke kampusnya. Sekitar, 3 bulan yang lalu. Kebetulan, ukhti dengan kacamata bergagang hitam itu, satu jurusan + satu kelas sama Adrian.

Read More

Twin Connection

By: Wita Dahlia Brak!! “Ya Tuhan, kau gila Areta! Kau sudah gila!” jeritku. Tanganku meremas gagang pintu. Aku masih berharap mataku salah menyampaikan pesan gambar yang ditransfer oleh otakku. Namun meski aku berkedip berkali-kali, Areta tetap di sana, dengan pakaian putih anehnya, membeku di tempatnya. Dalam sepersekian detik, kami saling menatap. Lalu kesadaran itu membuncah.

Read More

Surat Terakhir

By: Farid Ab   “Titiiit! Pos!” Suara tukang pos itu membuyarkan lamunanku. Seketika suara itu berubah menjadi getar-getar tenaga yang mengalir dari telinga tuaku menuju ke seluruh tubuh. Memberikan tenaga baru di tubuhku yang sudah sekian lama tergolek lemah dikerubungi penyakit. Aku pun bergerak cepat menuju ke depan rumah. Namun, begitu aku sampai di beranda

Read More

Secangkir Senja Untuk Sore #4

By: Noviani Gendaga   Sudah tengah malam. Arial masih terjaga. Efek obat tidurnya sepertinya hampir habis. Arial menyeret tiang air impusannya mengikuti tubuhnya berjalan. Tak banyak yang bisa ia kerjakan di dalam ruangan rumah sakit negeri ini. Sedang, Dzaki tengah terlelap di sofa yang terletak beberapa centi di depan ranjang pasien. Arial menatap ke luar

Read More