Martir Revolusi

By: Ria Fariana   Svetlana bangkit, dan membuka pintu yang sebelumnya sempat ada uluk salam dari orang di baliknya. Mereka berbincang sebentar dengan memakai pintu sebagai tabir kemudian laki-laki itu pergi. Svetlana masuk dan menemui empat perempuan yang berkerudung dan berjilbab duduk mengelilingi meja. “Kalian harus segera pulang sekarang. Halaqah kali ini ditiadakan.” Dengan sigap

Read More

Darah di Ankara

By: Syahid alFatih   Ankara, Turki. 12 Mei 1920 Ismat! Aku tahu, bayangan yang berkelebat di hadapanku adalah wajah Ismat sahabatku. Aku mencoba mengejarnya. Langkahku terhenti oleh mesiu yang meledak di sampingku. Bum!!! Reflek aku meloncat ke samping kiri. Ledakkkan itu tidak melukaiku. Walau darah tetap saja mengalir di sikut kiriku, yang terluka oleh duri

Read More

Requiem Aeternam Deo!

By: Moenir   Imagine there’s no countries, It isnt hard to do, Nothing to kill or die for, No religion too, Imagine all the people living life in peace…   Ugh, sudah dua malam aku tak bisa tidur. Suara gitar anak-anak tongkrongan dari seberang jalan selalu mengganggu. Apa sih maunya mereka? 1, 2, 3… sekitar

Read More

Sabila Mujahidah

By: Sophie Nabila   Sudah satu tahun semenjak Wafa Idris, tetangga sekaligus guruku, pergi menghadap-Nya. Yahudi Laknattullah itu terus memburu kami. Mereka memasuki rumah-rumah kami secara paksa, dan menggeledahnya. Alasan mereka sangat tidak masuk akal. “Kami mencari teroris yang kalian sembunyikan” seru para serdadu Israel. “Huh, nyari teroris, maling teriak maling. Yang teroris itu kan

Read More

Mendung di Tashkent

By: Malik Karim   Wajah Lembah Fergana memerah, hampir setiap hari terjadi penangkapan. “Asyhadu al-Laa ilaha illa Allah, Muhammad ar-Rasulullah. Allahu akhbar..” Rustam kembali berteriak. Gentar di hatinya telah sirna, berganti tekad untuk berjuang di jalan Allah, mengembalikan kemuliaan dan kejayaan Islam. ooOoo Lembah Fergana kembali menangis, tidak ada lagi sosok seorang pemimpin seperti Ustadz

Read More

Rembulan Separuh di Langit Palestina

By: Nurul Maulidah   7 Muharam 1420 H Angin dingin Menusuk tulang. Membekukan Gaza dengan segala kegalauan. Gerimis turun menyapa keheningan. Mengencerkan ceceran darah, di sepanjang jalan. Mengusir asap kepedihan yang mengepul, dari bangunan yang telah menjadi puing. Kupandangi lagi ukhti di hadapanku. Wajah cantiknya menyembul dari balik jendela yang setengah rusak. Ia tampak lusuh.

Read More

Tentara-Tentara Allah

By: A. Nurullah al-Banjari   “Kepung dari arah selatan yaa Bislan!!!” teriak Mughits. AK 47-nya bergetar menghujani tentara-tentara Rusia yang sudah terkepung itu. Mereka terkejut dan kacau-balau di jalan raya antara kota Serzhen Yurt dan Vedeno. “Awas yaa Rojih…!!” Mughits mendorong Rojih ke sebelah kanan ketika berondongan peluru Rusia mengarah kepadanya. Tak ayal lagi tubuh

Read More

Sahabat, Tunggu Aku …

By: Moenir   “Tiiit..tiit…tiit” “Aduh…berisik amat sih nih jam. Nggak tahu orang masih ngantuk apa?” kuraih jam weeker di meja. Dan dengan pandangan yang masih sayu, kupandangi jarum jamnya. “Brak..,” Kubanting jam itu. Nggak disangka sudah jam setengah tujuh. Padahal waktu shubuh jam enam lebih satu menit. “Astaghfirullahal’adzim, shubuh hampir lewat” bergegas kuberlari menuju kamar

Read More