Secangkir Senja Untuk Sore #6

By: Noviani Gendaga   Arial terbangun. Tubuhnya dingin, seolah ia baru keluar dari kulkas. Ia masih gemetaran. Buru-buru ia mencari handphone-nya, lalu mengubrak-abrik kontaknya. Jempolnya memijit keypadnya dengan gemetar. Arial menekan tombol 6 satu kali. Membuat huruf ‘M’ tercetak di atas layar, menyajikan semua kontak dengan semua huruf awal yang pria itu maksud. Madi, Mae,

Read More

Secangkir Senja Untuk Sore #5

By: Noviani Gendaga   Tiga bulan berlalu begitu saja. Meninggalkan jejak-jejak telapak kaki di padang pasir, Kairo. Terik membakar siapa saja yang tinggal di dalamnya. Kairo rasanya semakin panas dari tahun ke tahun. Namun kenangan indah di negeri Al-Azhar ini, seolah merekat tak mau pergi. Arial sudah menyandang Master of Al-Qur’an dengan predikat mumtaz. Kini

Read More

Secangkir Senja Untuk Sore #4

By: Noviani Gendaga   Sudah tengah malam. Arial masih terjaga. Efek obat tidurnya sepertinya hampir habis. Arial menyeret tiang air impusannya mengikuti tubuhnya berjalan. Tak banyak yang bisa ia kerjakan di dalam ruangan rumah sakit negeri ini. Sedang, Dzaki tengah terlelap di sofa yang terletak beberapa centi di depan ranjang pasien. Arial menatap ke luar

Read More

Secangkir Senja Untuk Sore #3

By: Noviani Gendaga   Arial merebahkan tubuhnya di atas spring bed berwarna coklat kalem berbalut sprey putih polos. Perjumpaannya dengan kakak kelasnya itu, memberikan sedikit warna-warna baru. Salah satunya, Arial berhasil menemukan apartemen yang tidak terlalu mahal tetapi memiliki fasilitas yang cukup bagi mahasiswa akhir tahun sepertinya. Apartemen yang ia tinggali dulu, dirasa terlalu mahal

Read More

Secangkir Senja Untuk Sore #2

By: Noviani Gendaga   Lima tahun berlalu begitu cepat. Tak terasa, masa-masa SMA terlewati begitu saja. Tanpa meninggalkan segaris pun bekas. Hanya ada setumpuk kenangan dan rasa rindu yang meluap-luap. Arial dan Mahesya tak pernah saling sapa setelah kejadian beberapa tahun silam. Keduanya seolah larut dalam rasa trauma pada jatuh cinta. Keduanya memilih untuk tak

Read More

Secangkir Senja Untuk Sore #1

By: Noviani Gendaga   Arial menepi. Ban sepeda motornya tak sengaja mencium beberapa butir paku yang sengaja ditebar oleh tukang tambal ban ‘nakal’ di pinggir jalan. Mahesya mendengus di belakang pundaknya yang bidang. “Kenapa harus kempes segala sih bannya?! Aku bisa telat nih!” Mahesya menggelung rambut emasnya, hingga tak bersentuhan dengan leher mulusnya. “Maaf ya,

Read More