Secangkir Senja Untuk Sore #5

By: Noviani Gendaga   Tiga bulan berlalu begitu saja. Meninggalkan jejak-jejak telapak kaki di padang pasir, Kairo. Terik membakar siapa saja yang tinggal di dalamnya. Kairo rasanya semakin panas dari tahun ke tahun. Namun kenangan indah di negeri Al-Azhar ini, seolah merekat tak mau pergi. Arial sudah menyandang Master of Al-Qur’an dengan predikat mumtaz. Kini

Read More

Pupusnya Rasa Cinta

By: Noviani Gendaga Adrian tersenyum sambil menggigit tutup pulpen. Ia dibuat salting dengan isi pikirannya. Seorang ukhti, mahasiswa baru Undap (Universitas Dapur), telah memikat hatinya. Memang sih, tu ukhti udah cukup lama juga pindah ke kampusnya. Sekitar, 3 bulan yang lalu. Kebetulan, ukhti dengan kacamata bergagang hitam itu, satu jurusan + satu kelas sama Adrian.

Read More

Secangkir Senja Untuk Sore #3

By: Noviani Gendaga   Arial merebahkan tubuhnya di atas spring bed berwarna coklat kalem berbalut sprey putih polos. Perjumpaannya dengan kakak kelasnya itu, memberikan sedikit warna-warna baru. Salah satunya, Arial berhasil menemukan apartemen yang tidak terlalu mahal tetapi memiliki fasilitas yang cukup bagi mahasiswa akhir tahun sepertinya. Apartemen yang ia tinggali dulu, dirasa terlalu mahal

Read More

Jangan Ganggu Aku, Shinta

By: Syahid alFatih   Lalu apa yang membuat aku tertarik dengan gadis itu? Bukankah aku berjuluk lelaki tangguh, yang tak mudah tergoda oleh seorang wanita? Kenapa detik ini hatiku menjadi takluk dan membiarkan benakku terombang-ambing oleh wajahnya? Ah, Shinta. Sungguh aku ingin menghilangkan namamu dari kepala. Seharusnya otakku sudah dijejali hukum-hukum Newton serta Avogadro, Phytagoras

Read More

Kisah Cinta Sang Revolter

Oleh: Fathin   Sobat, aku pulang malam ini. Mendung gemulung, air tercurah seakan langit sudah tak sanggup menanggung bebannya. Bulan Desember, kata orang gedhe-gedhene sumber. Kereta api ekonomi yang aku tumpangi goyang sana-sini, berderak-derak rodanya melindas rel, membuat para penumpang tak nyaman dalam duduknya, ada yang gelisah, ada yang ingin tidur tapi tak nyenyak. Aku

Read More

Cinta Monyet

By: Ree Noem   Sabtu, 20 Juli 2006 Dear diary, hari ini gue baca pengumuman penerimaan murid baru di SMUN 1 Nusantara. Dan hasilnya, gue diterima. Asyik… gue masuk di sekolah favorit, plus sekolah yang banyak cewek kerennya. Cihuy… Di, kayaknya nih, pepatah lama “sekali mendayung dua, tiga pulau terlampaui” bisa kejadian. Masuk sekolah favorit,

Read More

Ini Air Mata Hujan Terakhir, San

By: Pia Yasmin Tedja Maharani   Sore ini sebenarnya cerah tapi entah kenapa aku ingin sekali ke sini, tempat kita dulu suka duduk-duduk sehabis latihan fotografi. Di bawah angka 1 yang terbuat dari stainless steel itu. Aku ingin, benar-benar ingin, kesini. Untuk melihat kamu, walau hanya bayang samarmu. Heran, setelah adzan isya tiba-tiba udara berubah.

Read More

Layar-Layar Hati

By: Jazimah al-Muhyi   ‘Adik sakit hati. Adik kecewa. Salahkah, Kakak?” “Tidak. Tidak salah.’ ‘Adik merasa kehilangan.’ ‘Mengapa harus merasa kehilangan, jika sebenarnya kita tak pernah memiliki?’ Kutatap layar komputerku. Mataku yang sedari tadi berkaca-kaca telah menumpahkan bah. Aku tidak bisa menjawab lagi. Kak Arini benar. Aku tak pernah memiliki. Sama sekali tak pernah. Karenanya,

Read More