Twin Connection

By: Wita Dahlia Brak!! “Ya Tuhan, kau gila Areta! Kau sudah gila!” jeritku. Tanganku meremas gagang pintu. Aku masih berharap mataku salah menyampaikan pesan gambar yang ditransfer oleh otakku. Namun meski aku berkedip berkali-kali, Areta tetap di sana, dengan pakaian putih anehnya, membeku di tempatnya. Dalam sepersekian detik, kami saling menatap. Lalu kesadaran itu membuncah.

Read More

Surat Terakhir

By: Farid Ab   “Titiiit! Pos!” Suara tukang pos itu membuyarkan lamunanku. Seketika suara itu berubah menjadi getar-getar tenaga yang mengalir dari telinga tuaku menuju ke seluruh tubuh. Memberikan tenaga baru di tubuhku yang sudah sekian lama tergolek lemah dikerubungi penyakit. Aku pun bergerak cepat menuju ke depan rumah. Namun, begitu aku sampai di beranda

Read More

Secangkir Senja Untuk Sore #4

By: Noviani Gendaga   Sudah tengah malam. Arial masih terjaga. Efek obat tidurnya sepertinya hampir habis. Arial menyeret tiang air impusannya mengikuti tubuhnya berjalan. Tak banyak yang bisa ia kerjakan di dalam ruangan rumah sakit negeri ini. Sedang, Dzaki tengah terlelap di sofa yang terletak beberapa centi di depan ranjang pasien. Arial menatap ke luar

Read More

Salah Sangka

By: Fathimah NJL   Pulang sekolah, Vera, Reva dan Fira tidak naik jemputan. Bunda dan Ayah berjanji akan menjemput di taman sekolah. Kata Bunda, karena mulai besok liburan semester, Bunda akan mengajak Vera, Reva dan Fira ke rumah nenek Azizah. Nenek Azizah adalah ibu dari Bunda Rahma. “Vera! Fira! Di sini!” terdengar suara dari gerbang

Read More

Gersangnya Jiwa Neo

By: Farid Ab Tengah hari kala itu, bagi sebagian besar orang, adalah saat-saat paling tidak menyenangkan untuk keluar rumah. Panas hari itu terasa mau membakar ubun-ubun. Suasana hari itu juga terasa gersang. Debu-debu beterbangan, diterbangkan oleh angin musim kemarau yang juga membawa hawa panas. Melihat dan merasakan semua itu, orang-orang tentu memilih untuk tidak keluar

Read More

Kepingan Puzzle

By: O. Solihin   “Sebagai anak baru, kamu seharusnya tahu diri. Jangan belagu. Jangan narsis. Jangan cari perhatian. Jangan sok pinter!” ancam Anggi dengan nada ketus. Anak baru itu hanya diam. Menatap mata Anggi, lalu menunduk lagi. Sesekali ia memainkan jemari tangannya. Dibetulkannya letak kerudungnya agar ujung rambutnya tidak terlihat. Anak ini cukup manis. Dengan

Read More

Selarik Misteri Di Pondok Kayu

By: Eryani Widyastuti  Uir-uir-uir-uir-uir-uir…… Kriiikk….kriiik…kriiiik….. Uir-uir-uir-uir-uir-uir…… Kriiikk….kriiik…kriiiik….. Aku selalu mendengar orkestra serangga setiap malam dari rumah ini. Rumah mungil yang aku sebut dengan pondok kayu. Dibangun menggunakan bahan kayu-kayu hutan pilihan; hampir seluruh bagian rumah dan perabotnya terbuat dari kayu, kecuali beberapa hal seperti kaca jendela, pengunci pintu, dan kamar mandi. Selain karena keunikan bangunannya,

Read More

Pram!

By: O. Solihin   “Ba’da salam dan tahmid. Sahabat, kutulis e-mail ini sengaja untukmu seorang. Tentang kita, tentang harapan kita, tentang semua cita-cita dan doa-doa kita. Kita memang pernah membayangkan bahwa kita akan berpisah jarak. Kita pernah meramalkan bahwa kita akan mengalami masa-masa sulit dari perjuangan dakwah kita. Kita sudah ikat janji setia kita bahwa

Read More