Koreanesia

By: Eryani Widyastuti   Percayakah kamu, jika hidup ini seperti sebuah jaring laba-laba? Manusia saling terhubung satu sama lain melalui relasi-relasi yang tak terduga. Kita tidak hanya terhubung dengan manusia-manusia yang kita kenal, tumbuh di lingkungan yang sama, atau berada di negara yang sama saja. Tetapi, kita juga terhubung dengan mereka yang terpisah daratan, lautan,

Read More

Marbot

By: Agusmantono Tididiiit … tididiit… tididiit…. Aku terperanjat. Kubuka mataku yang terasa berat dan perih. Aku merasakan seperti ada benda berat yang menggantung di kelopak atas mataku. Cepat-cepat aku meraih benda segenggaman yang sejak tadi menjerit membangunkanku. “Iya, sudah bangun, nih!” Segera kutegakkan tubuhku. Kuraih sakelar lampu yang menempel di dinding. Ruangan tiba-tiba dipenuhi cahaya.

Read More

Pejantan Sejati

By: Koko Nata   “Sudah siap pesta Al ? Let’s Party!” seru Dodo. Dua tangannya mendorong Al, Jai, dan Toni masuk ke sebuah cafe di areal plaza semanggi. Hingar bingar musik menyambut kedatangan mereka. Teriakan DJ menyemangati seisi ruangan temaram untuk bergoyang. Lampu kerlap-kerlip menyirami tubuh-tubuh yang asyik bercengkrama. Tawa gembira dan bau parfum bercampur

Read More

Di Batas Cakrawala

By: Fikoceni   Matahari semakin terasa kering sinarnya saat menembus kulitku. Tapi kakiku semakin mantap saja melangkahkan tapak-tapaknya tanpa mau berhenti. Aku tidak tahu lagi. Pikiranku sudah kacau. Hanya serbuk-serbuk putih itu yang bisa membawaku ke surga. Aku tidak tahu, apa pilihanku kali ini tepat atau tidak. Aku hanya ingin melarikan diri dan melepaskan semua

Read More

Jangan Ganggu Aku, Shinta

By: Syahid alFatih   Lalu apa yang membuat aku tertarik dengan gadis itu? Bukankah aku berjuluk lelaki tangguh, yang tak mudah tergoda oleh seorang wanita? Kenapa detik ini hatiku menjadi takluk dan membiarkan benakku terombang-ambing oleh wajahnya? Ah, Shinta. Sungguh aku ingin menghilangkan namamu dari kepala. Seharusnya otakku sudah dijejali hukum-hukum Newton serta Avogadro, Phytagoras

Read More

Detik-Detik Menyentuh

By: Pipiet Senja   Hari ke-99 di ruang isolasi sebuah rumah sakit pemerintah. Mesin pencatat detak jantung masih memperdengarkan bunyinya yang khas. Mendengung, menggaung dan memecah nuansa muram ruangan serba steril, serba putih dan serba hening. Yah, di sinilah aku berbaring dalam keadaan sangat parah. Para dokter menyebutnya sebagai situasi in-coma. Sesungguhnya kupingku masih mendengar.

Read More

Nyanyian Ilalang

By: Lely Noormindhawati   Cuaca di rumahku makin mendung saja. Kondisi ini sudah bermula hampir satu bulan yang lalu, saat ketegangan antara bapak dan ibuku kian tak terkendali. Kehadiran orang ketiga di tengah keluargaku adalah pemicu percekcokan keduanya. Dan bisa ditebak sobat, ibuku terbakar api cemburu yang luar biasa! Entah kenapa bapak yang dinilai ‘alim’

Read More

Thony Si Ikhwan

By: Agusmantono   THONY orangnya cakep, cool and confident. Body atletis tampang Mandarin. Mirip-mirip personel F4. Apalagi kalau dilihat dari lantai tiga GB III tempat Thony kuliah. Sempurna. Pantas cewek-cewek seisi kelas semua pada nguber-nguber doi. Bukan cuma teman-teman seangkatan, kakak-kakak tingkatnya pun pada ikut-ikutan nguber. Semua coba pdkt sama Thony, propose-nya tentu kalau bisa

Read More