Beras Menangis

By: Aisyah Annaqiy   Liburan pada tahun 2002, tepat sebelum beranjak ke akhir masa SMA, aku pergi berlibur ke rumah saudaraku. Rumah bulik1-ku ini di salah satu kampung di Kandangan, Kediri. Udara khas desa lengkap dengan gelapnya malam ditemani lampu petromak menjadi temanku malam itu. Hingga keesokan harinya, kutemukan sesuatu yang berharga, Nek Karti dan

Read More

Rahasia Sebuah Pantangan

By: Wita Dahlia   Bagi Pak Mahmud, melanggar pantangan artinya sama saja melakukan perbuatan memalukan. Perbuatan yang akan menjadi aib bagi diri dan keluarga. Dan Pak Mahmud sangat tidak menginginkan hal itu terjadi. Maka sudah menjadi suatu keharusan, ia dan keturunan laki-laki di keluarganya harus menjaga tradisi ini. Tak heran jika kemudian menjelang pernikahan, ketiga

Read More

Secangkir Senja Untuk Sore #3

By: Noviani Gendaga   Arial merebahkan tubuhnya di atas spring bed berwarna coklat kalem berbalut sprey putih polos. Perjumpaannya dengan kakak kelasnya itu, memberikan sedikit warna-warna baru. Salah satunya, Arial berhasil menemukan apartemen yang tidak terlalu mahal tetapi memiliki fasilitas yang cukup bagi mahasiswa akhir tahun sepertinya. Apartemen yang ia tinggali dulu, dirasa terlalu mahal

Read More

Secangkir Senja Untuk Sore #2

By: Noviani Gendaga   Lima tahun berlalu begitu cepat. Tak terasa, masa-masa SMA terlewati begitu saja. Tanpa meninggalkan segaris pun bekas. Hanya ada setumpuk kenangan dan rasa rindu yang meluap-luap. Arial dan Mahesya tak pernah saling sapa setelah kejadian beberapa tahun silam. Keduanya seolah larut dalam rasa trauma pada jatuh cinta. Keduanya memilih untuk tak

Read More

Tegang Nih Yee…

By: O. Solihin Ogi duduk manis di barisan kursi yang tertata rapi sambil menunggu giliran dipanggil namanya oleh petugas loket pembayaran rekening listrik. Kebetulan Ogi sekolah siang hari. Jadi pagi-pagi udah bisa ngantri untuk bayar tagihan listrik. Ogi dapet nomor antrian 99. Sementara yang sedang dipanggil adalah nomor 50. Jadi masih cukup lama nungguin. Daripada

Read More

Marbot

By: Agusmantono Tididiiit … tididiit… tididiit…. Aku terperanjat. Kubuka mataku yang terasa berat dan perih. Aku merasakan seperti ada benda berat yang menggantung di kelopak atas mataku. Cepat-cepat aku meraih benda segenggaman yang sejak tadi menjerit membangunkanku. “Iya, sudah bangun, nih!” Segera kutegakkan tubuhku. Kuraih sakelar lampu yang menempel di dinding. Ruangan tiba-tiba dipenuhi cahaya.

Read More

Pejantan Sejati

By: Koko Nata   “Sudah siap pesta Al ? Let’s Party!” seru Dodo. Dua tangannya mendorong Al, Jai, dan Toni masuk ke sebuah cafe di areal plaza semanggi. Hingar bingar musik menyambut kedatangan mereka. Teriakan DJ menyemangati seisi ruangan temaram untuk bergoyang. Lampu kerlap-kerlip menyirami tubuh-tubuh yang asyik bercengkrama. Tawa gembira dan bau parfum bercampur

Read More

Ujo, Uli dan Motor

By: Fahri Asiza   Ujo bangga, karena teman-temannya kembali memuji. “Motornya baru lagi, Jo?” “Gila! Berapa banyak lo punya motor?” “Yang kemarin lo bawa lo kemanain?” Ujo cuma memamerkan senyumnya saja. Kepuasan bertalu-talu di dadanya melihat pandangan kagum teman-temannya yang mengelilinginya. “Ya, biasalah. Nggak baru-baru amat. Tapi lumayan, kan?” “Ini sih lumayan, Jo! Shogun 125

Read More