Secangkir Senja Untuk Sore #3

By: Noviani Gendaga   Arial merebahkan tubuhnya di atas spring bed berwarna coklat kalem berbalut sprey putih polos. Perjumpaannya dengan kakak kelasnya itu, memberikan sedikit warna-warna baru. Salah satunya, Arial berhasil menemukan apartemen yang tidak terlalu mahal tetapi memiliki fasilitas yang cukup bagi mahasiswa akhir tahun sepertinya. Apartemen yang ia tinggali dulu, dirasa terlalu mahal

Read More

Cewek Juga Manusia

By: 341   Lain dari biasanya, SMA Bina Ilmu Senin pagi ini dipenuhi spanduk plus poster warna-warni saat Abas menginjakkan kakinya di gerbang sekolah. Ramenya nggak kalah ama TK Kutilang. Poster warna yang didominasi warna pink dan biru pastel dengan latar belakang panah asmara dan dewa cupid yang lagi terbang, memenuhi dinding sekolah. Abas kian

Read More

Mawar Telah Bertangkai

By: Imatuzzahra   Dari jauh terdengar merdu. Asma Allah mengalun sendu. Sejuk. Indah terasa dapat menginjakkan kakiku di kota ini. Ya, kota sedingin salju yang telah kutinggali enam bulan yang lalu. Malam mulai merayap. Tapi aku bingung harus menginap di mana. Mataku nanar melihat angkot bersiliweran. Wartel. Ya itulah mungkin solusi. Kupencet-pencet tombol pesawat itu.

Read More

Jempol Kakiku…

[cerpen tanpa dialog] By: -Ra   Titik hitam di sela kuku jempol kakiku…Aku selalu membencinya, muak melihatnya, dan sebel tiap kali ia selalu muncul kembali, tak aneh jika membersihkan titik hitam itu kuanggap salah satu hal utama yang harus aku lakukan. Biar kecil tapi bikin bete. Aku tak pernah membayangkan, bagaimana jadinya ketika aku memperagakan

Read More

Ramalan Bintang

By: Denny Prabowo   “Percaya sama ramalan bintang?? Uh, gak banget, deh!” Dini memang paling tidak percaya dengan yang namanya ramal meramal. Apalagi ramalan bintang. Dia suka keki kalau melihat kedua sohibnya baca majalah, pasti rubrik zodiak yang pertama kali mereka baca. Mending kalau hanya sekedar iseng-iseng saja… nggak jarang, mereka bener-benar terpengaruh dengan isi

Read More

Detik-Detik Menyentuh

By: Pipiet Senja   Hari ke-99 di ruang isolasi sebuah rumah sakit pemerintah. Mesin pencatat detak jantung masih memperdengarkan bunyinya yang khas. Mendengung, menggaung dan memecah nuansa muram ruangan serba steril, serba putih dan serba hening. Yah, di sinilah aku berbaring dalam keadaan sangat parah. Para dokter menyebutnya sebagai situasi in-coma. Sesungguhnya kupingku masih mendengar.

Read More

Miracle

By: Faris  “Untuk sebuah ketertundukkan paling dalam yang pernah kulakukan” Langit di ujung barat mulai memerah, menampakkan senja yang tak lagi mampu meronta. Pada belahan lain, di atas bumi tempat manusia bertahta, berjuta-juta jiwa menantikan kehadirannya. Menunggu sisa-sisa sore untuk dijadikan background yang diabadikan dalam kepingan CD maupun kamera. Meski senja, bukanlah eksperimen Max Plank

Read More

Putus

By: Arif “Kita harus berhenti. Harus berani berpisah. Aku sudah menjelaskan padamu semuanya. Tidak ada bedanya kalau sekarang harus memberikan penjelasan lagi,” kataku padanya di suatu sore. Waktu serasa lambat berputar. Aku dengannya di sebuah kafe. “Tapi aku menyayangi kamu.” “Aku tahu. Aku juga menyayangi kamu. Karena itu aku menawarkan padamu, kita mengkaji Islam bersama-sama.”

Read More