By: O. Solihin Ogi duduk manis di barisan kursi yang tertata rapi sambil menunggu giliran dipanggil namanya oleh petugas loket pembayaran rekening listrik. Kebetulan Ogi sekolah siang hari. Jadi pagi-...
By: O. Solihin Ogi terkenal gila soccer. Itu pula yang kemudian temen-temennya (terutama Jamil) menobatkan Ogi-Gol kalo Ogi udah main bola. Julukan yang cukup keren karena hampir setiap pertand...
By: O. Solihin “Para pejuang kebenaran adalah orang yang paling pintar memaknai arti cinta. Mereka orang yang paling romantis. Rindu dan cintanya amat kuat menggebu. Demi cinta dan rindunya kep...
By: O. Solihin Sejak Ogi berkenalan dengan seorang anak jalanan bernama Ujang, Ogi jadi rajin datengin ke tempat mangkalnya Ujang di sebuah lampu merah. Ujang adalah seorang anak berumur 12 tah...
By: O. Solihin “Duka Aceh, Duka Kita Semua”, begitu bunyi salah satu poster yang dibentangkan beberapa peserta aksi solidaritas anak-anak SMU untuk korban gempa dan tsunami di Aceh. Tampak Ogi ...
By: O. Solihin “Wah, Jamil kirim e-mail neh. Tumben banget tuh anak. Biasanya doi lebih suka nelpon or kirim SMS…” dalam dadanya ada sedikit tanda tanya. “Coba aku lihat.. penasaran juga. Apala...
By: O. Solihin Ogi mondar-mandir gelisah sambil sesekali melirik arloji di tangannya. Sapuan angin malam mulai terasa dingin di kulit Ogi. Pandangan matanya dilemparkan ke dalam stasiun. Sudah ...
By: O. Solihin “Memalukan!” Ogi geram saat Jamil menyampaikan kabar bahwa ada anak rohis yang pacaran. “Mil, kamu nggak lagi bikin gosip murahan seperti ini kan?” Ogi masih kurang yakin. “Gi, p...











