Selarik Misteri Di Pondok Kayu

By: Eryani Widyastuti  Uir-uir-uir-uir-uir-uir…… Kriiikk….kriiik…kriiiik….. Uir-uir-uir-uir-uir-uir…… Kriiikk….kriiik…kriiiik….. Aku selalu mendengar orkestra serangga setiap malam dari rumah ini. Rumah mungil yang aku sebut dengan pondok kayu. Dibangun menggunakan bahan kayu-kayu hutan pilihan; hampir seluruh bagian rumah dan perabotnya terbuat dari kayu, kecuali beberapa hal seperti kaca jendela, pengunci pintu, dan kamar mandi. Selain karena keunikan bangunannya,

Read More

Di Atas Sungai, di Tepi Jendela

By: Erzu Koryna Friska     Iman adalah mutiara Di dalam hati manusia   Tiap kuputar lagu sendu dari Raihan, perempuan itu selalu berdiri di tepi jendela. Matanya selalu menatap jauh lurus ke aliran sungai Citarum yang bergemuruh. Aku acapkali perhatikannya. Kadang terbersit perasaan untuk mengenal. Bahkan lebih dari sekedar “mengenal”. Namun, jarak kamarku dengan

Read More

Detik-Detik Menyentuh

By: Pipiet Senja   Hari ke-99 di ruang isolasi sebuah rumah sakit pemerintah. Mesin pencatat detak jantung masih memperdengarkan bunyinya yang khas. Mendengung, menggaung dan memecah nuansa muram ruangan serba steril, serba putih dan serba hening. Yah, di sinilah aku berbaring dalam keadaan sangat parah. Para dokter menyebutnya sebagai situasi in-coma. Sesungguhnya kupingku masih mendengar.

Read More