Surat Terakhir

By: Farid Ab   “Titiiit! Pos!” Suara tukang pos itu membuyarkan lamunanku. Seketika suara itu berubah menjadi getar-getar tenaga yang mengalir dari telinga tuaku menuju ke seluruh tubuh. Memberikan tenaga baru di tubuhku yang sudah sekian lama tergolek lemah dikerubungi penyakit. Aku pun bergerak cepat menuju ke depan rumah. Namun, begitu aku sampai di beranda

Read More

Kepingan Puzzle

By: O. Solihin   “Sebagai anak baru, kamu seharusnya tahu diri. Jangan belagu. Jangan narsis. Jangan cari perhatian. Jangan sok pinter!” ancam Anggi dengan nada ketus. Anak baru itu hanya diam. Menatap mata Anggi, lalu menunduk lagi. Sesekali ia memainkan jemari tangannya. Dibetulkannya letak kerudungnya agar ujung rambutnya tidak terlihat. Anak ini cukup manis. Dengan

Read More

Secangkir Senja Untuk Sore #3

By: Noviani Gendaga   Arial merebahkan tubuhnya di atas spring bed berwarna coklat kalem berbalut sprey putih polos. Perjumpaannya dengan kakak kelasnya itu, memberikan sedikit warna-warna baru. Salah satunya, Arial berhasil menemukan apartemen yang tidak terlalu mahal tetapi memiliki fasilitas yang cukup bagi mahasiswa akhir tahun sepertinya. Apartemen yang ia tinggali dulu, dirasa terlalu mahal

Read More

Secangkir Senja Untuk Sore #2

By: Noviani Gendaga   Lima tahun berlalu begitu cepat. Tak terasa, masa-masa SMA terlewati begitu saja. Tanpa meninggalkan segaris pun bekas. Hanya ada setumpuk kenangan dan rasa rindu yang meluap-luap. Arial dan Mahesya tak pernah saling sapa setelah kejadian beberapa tahun silam. Keduanya seolah larut dalam rasa trauma pada jatuh cinta. Keduanya memilih untuk tak

Read More

Still…

By: Isnie Annisa   “Halo?” sapaku. “Kimmy…” “Jamie? Nelpon tengah malam. What’s up?” “It’s about Mom and Dad.” “Eh? Mereka kenapa?” “They… They’re going to separate…” “W-what?” “Dad asked for a divorce. He wants to stay by himself…” “You’re lying to me, right?” “Sorry to tell you this…. Sidangnya minggu depan.” “Ta-tapi kenapa? Selama ini

Read More

Utang

By: Aminah Mustari   Pukul empat sore di perpustakaan. Uahhh… pegal! Sejak pagi tadi aku sudah menunggu perpustakaan ini buka. Kenapa juga pukul sembilan baru buka? Jam masuk di kampus ini kan pukul setengah delapan! Rutukku tadi pagi di depan perpustakaan. Kalau sedang dikejar menyelesaikan skripsi begini, menunggu memang amat sangat menyebalkan. Setengah jam pun

Read More

Puzzle

By: 341   “Bi…, bantuin Umi ya bikin puzzle buat minggu depan” rengek istriku semalam. Baru aja doi dua bulan kuliah di PGTK Darul Qalam. Tapi tugas-tugas dari dosen yang memeras keringat, waktu, tenaga, pikiran, dan isi dompet udah ngantri setiap minggunya. Dan sore ini, aku tengah berburu tukang lukisan buat bikin gambar puzzle. Seingatku,

Read More

Nek Karim

By: Jazimah al-Muhyi     “Nek Karim masuk rumah sakit, Rika!” Suara Bunda yang panik membuatku nyaris melompat dari tempat dudukku. “Sakit apa, Bunda? Rumah sakit mana?” “Itulah yang membuat Bunda bingung. Ayahmu belum pulang, sementara….” “Bunda…Bunda…jangan biarkan ini terjadi….Bunda….kita harus bertindak.” “Maafkan Bunda sayang, Bunda tidak kuasa.” Mendengar kalimat Bunda, aku pun terduduk kembali.

Read More