By: Wita Dahlia “Budhe! Budhe Romlah!” Kamirah, tetangga sebelah kanan rumah Bu Romlah itu berteriak bagai kesetanan. Tubuhnya gemetar dan wajahnya pias. Tergopoh Bu Romlah menyambut tetanggany...
By: Farid Ab Di jalan setapak menuju rumahku ini, aku melangkah pelan dan gontai. Tatapanku kosong. Tak ada aura kehidupan di sana. Begitu redup dan sayu. Bunga-bunga bahagia yang seminggu lalu...
By: Noviani Gendaga Tiga bulan berlalu begitu saja. Meninggalkan jejak-jejak telapak kaki di padang pasir, Kairo. Terik membakar siapa saja yang tinggal di dalamnya. Kairo rasanya semakin panas...
By: Hawari Kisah ini mengambil latar tempat di sebuah negeri dongeng. Negeri yang indah, eksotis, penuh dengan lanskap yang mengagumkan, memiliki iklim yang hangat sepanjang tahun. Negeri ini s...
By: Noviani Gendaga Adrian tersenyum sambil menggigit tutup pulpen. Ia dibuat salting dengan isi pikirannya. Seorang ukhti, mahasiswa baru Undap (Universitas Dapur), telah memikat hatinya. Memang sih,...
By: Wita Dahlia Brak!! “Ya Tuhan, kau gila Areta! Kau sudah gila!” jeritku. Tanganku meremas gagang pintu. Aku masih berharap mataku salah menyampaikan pesan gambar yang ditransfer oleh otakku. Namun ...
By: Farid Ab “Titiiit! Pos!” Suara tukang pos itu membuyarkan lamunanku. Seketika suara itu berubah menjadi getar-getar tenaga yang mengalir dari telinga tuaku menuju ke seluruh tubuh. Memberik...
By: Noviani Gendaga Sudah tengah malam. Arial masih terjaga. Efek obat tidurnya sepertinya hampir habis. Arial menyeret tiang air impusannya mengikuti tubuhnya berjalan. Tak banyak yang bisa ia...










