Selamat datang di cerpenislami.com

Selamat membaca beragam cerpen yang ada di website ini. Anda juga bisa mengirimkan karya. Informasi, silakan membacanya di bagian footer, ya.

Learn more
Untuk apa kita menulis? Ya, untuk beribadah, berdakwah, berjuang, dan berbagi dengan sesama. Bagi saya, menulis adalah perjuangan. Teruslah menulis jika ingin tetap berjuang.
Di atas sungai Seine yang mengalir tenang, waktu seakan berhenti berputar. Di dalamnya, aku adalah seorang musafir yang tersesat dan kehabisan bekal. Tenggelam dalam kepedihan di tengah keindahan Paris yang menakjubkan. Dengan menara Eiffel yang angkuh menjulang dan gemerlap cahaya lampu di sepanjang L’avenue des Champs-Elysees. Aku rindu maman dan grand-pere.
Waktu akan menyembuhkan luka, tapi kita tidak akan pernah lupa pada sakitnya. Aku tahu kamu menyayangi aku seperti kamu menyayangi dirimu sendiri. Aku tidak meminta banyak darimu. Aku bahkan tidak mempermasalahkan ngaji dan jilbabmu. Apa kamu tidak bisa menerima aku apa adanya? Kenapa kamu menyakiti dirimu sendiri?
“Maafkan aku, karena aku tak menjawab pertanyaan yang kamu kirim via SMS dan e-mail tentang siapa aku. Karena aku pikir kamu nanti pasti akan tahu siapa aku. Dan ternyata benar. Siang tadi kamu berhasil melihatku. Akulah yang duduk di pojok kiri paling depan jajaran akhwat. Aku penggemarmu sejak SMP dan terakhir SMU kelas 1. Kebetulan sekolahku tetanggaan dengan sekolahmu. Tetap berjuang untuk Islam, kawan. Oya, namaku adalah Siti Fauziah Ulfah. Nama account e-mailku: Si Paul”

Cewek Juga Manusia

By: 341   Lain dari biasanya, SMA Bina Ilmu Senin pagi ini dipenuhi spanduk plus poster warna-warni saat Abas menginjakkan […]

Ogi-Gol!

By: O. Solihin   Ogi terkenal gila soccer. Itu pula yang kemudian temen-temennya (terutama Jamil) menobatkan Ogi-Gol kalo Ogi udah […]

Still…

By: Isnie Annisa   “Halo?” sapaku. “Kimmy…” “Jamie? Nelpon tengah malam. What’s up?” “It’s about Mom and Dad.” “Eh? Mereka […]

Pejantan Sejati

By: Koko Nata   “Sudah siap pesta Al ? Let’s Party!” seru Dodo. Dua tangannya mendorong Al, Jai, dan Toni […]