Selamat datang di cerpenislami.com

Selamat membaca beragam cerpen yang ada di website ini. Anda juga bisa mengirimkan karya. Informasi, silakan membacanya di bagian footer, ya.

Learn more
Untuk apa kita menulis? Ya, untuk beribadah, berdakwah, berjuang, dan berbagi dengan sesama. Bagi saya, menulis adalah perjuangan. Teruslah menulis jika ingin tetap berjuang.
Di atas sungai Seine yang mengalir tenang, waktu seakan berhenti berputar. Di dalamnya, aku adalah seorang musafir yang tersesat dan kehabisan bekal. Tenggelam dalam kepedihan di tengah keindahan Paris yang menakjubkan. Dengan menara Eiffel yang angkuh menjulang dan gemerlap cahaya lampu di sepanjang L’avenue des Champs-Elysees. Aku rindu maman dan grand-pere.
Waktu akan menyembuhkan luka, tapi kita tidak akan pernah lupa pada sakitnya. Aku tahu kamu menyayangi aku seperti kamu menyayangi dirimu sendiri. Aku tidak meminta banyak darimu. Aku bahkan tidak mempermasalahkan ngaji dan jilbabmu. Apa kamu tidak bisa menerima aku apa adanya? Kenapa kamu menyakiti dirimu sendiri?
“Maafkan aku, karena aku tak menjawab pertanyaan yang kamu kirim via SMS dan e-mail tentang siapa aku. Karena aku pikir kamu nanti pasti akan tahu siapa aku. Dan ternyata benar. Siang tadi kamu berhasil melihatku. Akulah yang duduk di pojok kiri paling depan jajaran akhwat. Aku penggemarmu sejak SMP dan terakhir SMU kelas 1. Kebetulan sekolahku tetanggaan dengan sekolahmu. Tetap berjuang untuk Islam, kawan. Oya, namaku adalah Siti Fauziah Ulfah. Nama account e-mailku: Si Paul”

Kasawari (7)

7 Wanita Kuli Kedua di Dunia Setiap Ayah pulang dari kerja, ekspresi wajahnya selalu gembira, memanggil-manggilku dari daun pintu. Samasekali […]

Kasawari (6)

6 Lintah Family Di sini aku punya dua teman sebaya berdarah Burma. Namanya adalah Haikal dan Fatin. Kami selalu bermain bersama, […]

Kasawari (5)

5 Kampung Kecil Kasawari Tibalah kami di rumah Mak e dan Ayah. Aku melihat sekelilingku. Rasanya aneh. Ini seperti kampung, […]

Kasawari (4)

4 Anak Bungsu Aku dibangunkan oleh Man Rul. “Wes totok.”1 Aku mengucek-ucek mataku. Membuntuti Man Rul yang menuju ke pintu […]

Kasawari (3)

3 Pesawat Kabar mengejutkan dari Neng membangunkanku dari lelap. “Neng pek reng Malaysia? Terus aku mbek sopo?”1 “Igak. Sampean gisek, […]