Tegang Nih Yee…

By: O. Solihin Ogi duduk manis di barisan kursi yang tertata rapi sambil menunggu giliran dipanggil namanya oleh petugas loket pembayaran rekening listrik. Kebetulan Ogi sekolah siang hari. Jadi pagi-pagi udah bisa ngantri untuk bayar tagihan listrik. Ogi dapet nomor antrian 99. Sementara yang sedang dipanggil adalah nomor 50. Jadi masih cukup lama nungguin. Daripada

Read More

Ogi-Gol!

By: O. Solihin   Ogi terkenal gila soccer. Itu pula yang kemudian temen-temennya (terutama Jamil) menobatkan Ogi-Gol kalo Ogi udah main bola. Julukan yang cukup keren karena hampir setiap pertandingan Ogi bikin gol. Ya, boleh dong disetarakan dengan striker Juventus, David Trezeguet, yang dikenal dengan Treze-Gol, atau seperti calon kuat pemegang tahta capocannonieri alias pencetak

Read More

Rumah Singgah

By: O. Solihin   Sejak Ogi berkenalan dengan seorang anak jalanan bernama Ujang, Ogi jadi rajin datengin ke tempat mangkalnya Ujang di sebuah lampu merah. Ujang adalah seorang anak berumur 12 tahun. Cukup cerdas dan pandai bernyanyi dan bermain musik. Ia mengamen di bis, kadang di angkot, nggak jarang juga di sekitar lampu merah. Ogi

Read More

Wawan Sang Relawan

By: O. Solihin   “Duka Aceh, Duka Kita Semua”, begitu bunyi salah satu poster yang dibentangkan beberapa peserta aksi solidaritas anak-anak SMU untuk korban gempa dan tsunami di Aceh. Tampak Ogi dan Jamil mondar-mandir dengan ikat kepala bertuliskan “Aksi Peduli Aceh”. Jamil membawa megaphone yang talinya diselendangkan ke pundak kirinya. Tangan kanannya memegang mikrophone sambil

Read More

E-mail dari Leony

By: O. Solihin   “Wah, Jamil kirim e-mail neh. Tumben banget tuh anak. Biasanya doi lebih suka nelpon or kirim SMS…” dalam dadanya ada sedikit tanda tanya. “Coba aku lihat.. penasaran juga. Apalagi nih subjek-nya tentang Cinta. Waduh, nih anak lagi kasmaran kali ye…” Ogi ngomong sendiri. Sedikit senyumnya menghias wajahnya yang memang cool. Kata

Read More

Kereta Terakhir dari Jakarta

By: O. Solihin   Ogi mondar-mandir gelisah sambil sesekali melirik arloji di tangannya. Sapuan angin malam mulai terasa dingin di kulit Ogi. Pandangan matanya dilemparkan ke dalam stasiun. Sudah agak lengang. Jam sudah menunjukkan pukul 21 tepat. Sepuluh menit kemudian muncul sesosok makhluk berlari-lari kecil menuju sta­siun Kota. Wajahnya lumayan cute dengan rambut yang agak

Read More

Misteri Puisi Cinta Itu…

By: O. Solihin   “Memalukan!” Ogi geram saat Jamil menyampaikan kabar bahwa ada anak rohis yang pacaran. “Mil, kamu nggak lagi bikin gosip murahan seperti ini kan?” Ogi masih kurang yakin. “Gi, pantang bagiku asal ngomong kalo nggak ada bukti.” Jamil menatap lekat wajah sahabatnya itu. Ogi mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan kemudian berjalan

Read More

Kembang Kertas di Taman Sekolah

By: O. Solihin   “Ah, lagi-lagi dia menyita perhatianku!” ucap Ogi sambil tarik nafas panjang. “Ternyata ada juga orang yang hobinya memetik kembang kertas,” Ogi geleng-geleng kepala nggak habis pikir. Tapi Ogi tak bisa membohongi diri bahwa orang tersebut mampu mencairkan dinding es yang selama ini mulai ia bangun. Meski Ogi sendiri nggak terlalu serius

Read More